Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendesak pemerintah daerah (Pemda) di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk terus memperkuat inovasi. Langkah ini dinilai krusial dalam mengoptimalkan beragam potensi wilayah guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan memastikan program pemerintah pusat serta daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ribka Haluk menyampaikan dorongan ini saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Gubernur NTT, Kota Kupang, pada Senin, 21 September 2026.
Potensi Besar dan Pertumbuhan Ekonomi NTT
NTT, sebagai provinsi kepulauan, memiliki kekayaan potensi yang melimpah, mulai dari aspek budaya dan alam hingga sektor kelautan yang signifikan. Ribka menekankan bahwa seluruh potensi ini harus dioptimalkan melalui berbagai terobosan inovatif agar dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi daerah.
“Tentunya kita ingin, bangsa ini menginginkan ada pertumbuhan ekonomi. NTT sendiri kita lihat dalam triwulan ini pertumbuhan ekonominya sudah sangat baik,” ujar Ribka, mengapresiasi capaian ekonomi NTT.
Inovasi untuk Mengatasi Keterbatasan
Ribka mendorong Pemda NTT untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang. Sebaliknya, keterbatasan harus direspons dengan inovasi yang disesuaikan dengan karakteristik unik setiap daerah. Ia mencontohkan bagaimana beberapa negara, yang awalnya memiliki wilayah tandus, berhasil mengembangkan sektor pertanian berkat inovasi.
Hal ini menunjukkan pentingnya Pemda untuk proaktif mencari solusi dan terobosan yang relevan dengan kondisi serta potensi wilayahnya. Khususnya bagi perangkat daerah yang bertanggung jawab atas sektor pertanian, Ribka menekankan perlunya inovasi dalam mengembangkan potensi pertanian NTT, termasuk mencari cara agar tanaman dapat bertahan hidup di kondisi lahan yang kering.
“Ini harus melakukan inovasi bagaimana supaya kita bisa melakukan penanaman tanaman yang dapat bertahan hidup dalam kondisi gersang,” tegasnya.
Pengembangan Sektor Pariwisata dan Dukungan Ekosistem
Selain pertanian, Ribka juga menyoroti sektor pariwisata sebagai pilar penting yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata harus diarahkan agar memberikan dampak positif dan manfaat langsung bagi masyarakat lokal.
“Jadi ini kita harus pastikan bahwa dari sektor wisata ini bisa memberikan impact yang baik untuk masyarakat,” kata Ribka.
Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, Ribka menegaskan pentingnya dukungan dari birokrasi dan dunia usaha. Pemda diharapkan dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi, sekaligus secara aktif mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki daerah.
Konten belum tersedia.
Artikel ini belum memiliki isi yang dapat dibaca.

