INDONEWS MEDIA · LAPORAN NASIONAL

Berita Indonesia, lebih dekat dengan fakta.

Indonesia · laporan

Hari Lansia Internasional 1 Oktober: Tema, Sejarah, dan Tujuannya

Peringatan Hari Lansia Internasional setiap 1 Oktober menyoroti pentingnya kesejahteraan, hak, dan partisipasi lansia. Ketahui tema 2026, sejarah, dan tujuannya

Foto ilustrasi IndoNews · sumber gambar dicantumkan bila tersedia.

Setiap tanggal 1 Oktober, dunia memperingati Hari Lansia Internasional atau International Day of Older Persons. Momen ini berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya meningkatkan perhatian terhadap berbagai aspek kehidupan orang lanjut usia, mulai dari kesehatan, kesejahteraan, perlindungan hak, hingga kesempatan untuk terus berkontribusi dalam keluarga dan masyarakat.

Tema 2026: Merancang Ulang Sistem untuk Usia Panjang

Pada tahun 2026, Hari Lansia Internasional mengusung tema “The Age of Longevity: Rethinking Systems for Longer Lives,” yang dalam bahasa Indonesia berarti “Era Harapan Hidup yang Tinggi: Merancang Ulang Sistem untuk Usia yang Lebih Panjang.” Tema ini secara khusus menyoroti perubahan demografi global, di mana jumlah penduduk lanjut usia semakin meningkat. Hal ini menekankan urgensi untuk menyesuaikan sistem sosial agar dapat mendukung kehidupan yang lebih panjang dan berkualitas.

Sejarah Penetapan Hari Lansia Internasional

Peringatan Hari Lansia Internasional ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi 45/106 pada 14 Desember 1990. Sejak saat itu, tanggal 1 Oktober secara resmi diakui sebagai International Day of Older Persons dan mulai diperingati secara global pada tahun 1991.

Penetapan ini merupakan hasil dari serangkaian upaya PBB sebelumnya. Pada tahun 1982, PBB menyelenggarakan World Assembly on Ageing yang menghasilkan Vienna International Plan of Action on Ageing. Rencana aksi ini menjadi fondasi bagi inisiatif internasional dalam menanggapi perubahan populasi dan kebutuhan masyarakat lanjut usia. Selanjutnya, pada tahun 1991, PBB juga mengadopsi United Nations Principles for Older Persons, yang menguraikan prinsip-prinsip mengenai kemandirian, partisipasi, perawatan, pemenuhan diri, dan martabat bagi orang lanjut usia.

Upaya ini terus berlanjut dengan Second World Assembly on Ageing pada tahun 2002, yang menghasilkan Madrid International Plan of Action on Ageing. Kerangka kerja ini dirancang untuk merespons peluang dan tantangan yang timbul dari penuaan penduduk di abad ke-21, sekaligus mendorong pembentukan masyarakat yang inklusif bagi semua kelompok usia.

Tujuan dan Isu Utama Peringatan

Peringatan Hari Lansia Internasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai berbagai tantangan yang dihadapi orang lanjut usia, serta mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung kehidupan mereka. Isu-isu krusial yang menjadi fokus perhatian meliputi akses terhadap layanan kesehatan, perlindungan sosial, tempat tinggal yang layak, kesempatan bekerja, pendidikan sepanjang hayat, serta perlindungan dari diskriminasi berdasarkan usia.

Penuaan yang sehat tidak hanya bergantung pada usia kronologis seseorang. Lingkungan tempat tinggal, dukungan dari keluarga dan masyarakat, serta akses terhadap layanan kesehatan yang memadai juga berperan penting dalam menentukan kemampuan seseorang untuk tetap mandiri dan aktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Upaya ini selaras dengan program Decade of Healthy Ageing 2021–2030, yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup orang lanjut usia, keluarga, dan komunitas. Agenda ini mencakup berbagai inisiatif, seperti mengubah cara masyarakat memandang usia dan ageism, membangun komunitas yang mendukung kemampuan lansia, menyediakan layanan kesehatan terpadu yang berorientasi pada kebutuhan individu, serta memperluas akses terhadap perawatan jangka panjang.

Pertumbuhan Populasi Lansia Global

Jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia harapan hidup. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa populasi berusia 60 tahun ke atas meningkat dari sekitar 1 miliar pada tahun 2020 dan diproyeksikan mencapai 1,4 miliar pada tahun 2030. Pada tahun 2050, jumlah ini diperkirakan akan mencapai 2,1 miliar. WHO juga memprediksi bahwa proporsi penduduk dunia berusia 60 tahun ke atas akan meningkat dari 12 persen pada tahun 2015 menjadi 22 persen pada tahun 2050.

Pesan Hari Lansia Internasional 2026 menggarisbawahi proyeksi bahwa pada tahun 2050, penduduk berusia 60 tahun ke atas akan mencapai sekitar 2,1 miliar, atau sekitar 20 persen dari total populasi dunia. Kondisi demografi ini akan membawa dampak signifikan terhadap berbagai sistem, termasuk kesehatan, perlindungan sosial, ketenagakerjaan, perumahan, dan kehidupan bermasyarakat secara keseluruhan.

Pentingnya Perlindungan dan Lingkungan Inklusif

Peningkatan jumlah lansia juga menuntut perhatian lebih terhadap perlindungan hak dan keselamatan mereka. Salah satu masalah yang masih sering terjadi adalah kekerasan terhadap orang lanjut usia. WHO memperkirakan bahwa sekitar satu dari enam orang berusia 60 tahun ke atas mengalami bentuk kekerasan tertentu setiap tahun di lingkungan komunitas mereka. Kekerasan ini dapat berupa fisik, seksual, psikologis, emosional, finansial, penelantaran, hingga tindakan yang merendahkan martabat.

Oleh karena itu, Hari Lansia Internasional tidak hanya menjadi kesempatan untuk menghargai kontribusi berharga dari orang lanjut usia, tetapi juga untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung mereka untuk tetap aktif dan berdaya. Peringatan 1 Oktober 2026, dengan tema tentang umur panjang, menekankan perlunya menyesuaikan berbagai sistem dengan perubahan demografi. Harapannya, kehidupan yang lebih panjang tidak hanya berarti bertambahnya usia, tetapi juga dapat dijalani dengan kesehatan, kemandirian, keamanan, dan martabat yang terjaga.

Konten belum tersedia.

Artikel ini belum memiliki isi yang dapat dibaca.