INDONEWS MEDIA · LAPORAN NASIONAL

Berita Indonesia, lebih dekat dengan fakta.

Indonesia · laporan

Pemkot Surabaya Wajibkan Pelibatan UMKM di Setiap Event untuk Dorong Ekonomi

Pemkot Surabaya mewajibkan penyelenggara event melibatkan UMKM untuk dorong ekonomi lokal dan sport tourism. Kebijakan ini bertujuan menciptakan efek berganda b

Foto ilustrasi IndoNews · sumber gambar dicantumkan bila tersedia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menetapkan kewajiban bagi setiap penyelenggara acara untuk melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan ini bertujuan untuk menggerakkan perekonomian lokal dan mengoptimalkan potensi pariwisata olahraga di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, pada Jumat (25/9/2026), menyatakan bahwa Pemkot Surabaya senantiasa mendukung berbagai event, termasuk acara olahraga yang berkontribusi pada pengembangan sport tourism. Menurutnya, dukungan ini memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, termasuk tingkat hunian hotel.

Kewajiban Kolaborasi dengan UMKM

Untuk memastikan event memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat, Herry menegaskan bahwa setiap penyelenggara acara diwajibkan berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya. “Menyertakan UMKM wajib hukumnya,” ujar Herry. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan pendapatan UMKM selama event berlangsung, melebihi hari-hari biasa.

Dampak Ekonomi dari Event Berskala Regional dan Nasional

Salah satu contoh event yang akan datang adalah Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K pada Minggu (27/9/2026), yang akan dimulai dari halaman Balai Kota Surabaya. Acara ini menarik peserta dari berbagai daerah, termasuk luar Surabaya dan Jawa Timur. Herry menilai, kehadiran peserta dari luar kota menciptakan potensi perputaran ekonomi yang besar, karena mereka membutuhkan akomodasi serta berbagai kebutuhan lainnya selama berada di Surabaya.

Pemkot Surabaya juga mendorong para peserta event untuk memanfaatkan waktu mereka menjelajahi destinasi wisata dan menikmati kuliner khas Kota Pahlawan. Hal ini sejalan dengan tujuan Pemkot untuk memaksimalkan dampak ekonomi dari setiap kunjungan.

Pentingnya Efek Berganda (Multiplier Effect)

Herry menekankan pentingnya melihat dampak penyelenggaraan event secara lebih luas, melalui efek berganda atau multiplier effect, bukan hanya pada aktivitas di lokasi atau potensi kemacetan sesaat. “Multiplier effect yang harus dilihat. Jadi jangan hanya melihat, oh ini jalannya macet, tetapi dampaknya kepada pertumbuhan perekonomian di Kota Surabaya itu yang harus kita ukur,” jelasnya.

Dukungan Infrastruktur dan Inovasi Berkelanjutan

Selain aspek ekonomi, Pemkot Surabaya juga memastikan kesiapan infrastruktur untuk mendukung pelaksanaan event olahraga. Ini mencakup pemeriksaan jalur yang akan dilalui peserta, kondisi jalan, hingga penerangan jalan umum (PJU). Koordinasi intensif dilakukan dengan perangkat daerah terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk menjamin kelancaran dan keamanan event.

Banyaknya penyelenggara dari luar daerah yang memilih Surabaya sebagai lokasi kegiatan menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap kota ini. Herry berharap event-event yang mendongkrak perekonomian dapat terus dikembangkan dengan inovasi baru. “Saya rasa kalau olahraga tidak pernah ada matinya. Makanya setiap ada kegiatan, apa sih yang membedakan tahun ini dengan tahun kemarin, misalnya. Nah, itu selalu saya tanyakan, apabila sudah menyelenggarakan yang kedua kalinya, ketiga kalinya harus ada sesuatu yang berbeda,” pungkas Herry.

Konten belum tersedia.

Artikel ini belum memiliki isi yang dapat dibaca.