INDONEWS MEDIA · LAPORAN NASIONAL

Berita Indonesia, lebih dekat dengan fakta.

Indonesia · laporan

Kisah Inspiratif Pak Man: 28 Tahun Jual Kelapa Muda, Antarkan Dua Anak Lulus UI

Kisah inspiratif Ngadiman (Pak Man), penjual kelapa muda 28 tahun di Cijantung, Jakarta, yang berhasil menyekolahkan kedua anaknya hingga lulus dari Universitas

Foto ilustrasi IndoNews · sumber gambar dicantumkan bila tersedia.

Keterbatasan ekonomi tidak pernah menyurutkan semangat Ngadiman, seorang penjual kelapa muda yang akrab disapa Pak Man. Selama 28 tahun berdagang di Jakarta, ia berhasil mewujudkan impian terbesarnya: mengantarkan kedua anaknya meraih pendidikan tinggi di Universitas Indonesia.

Dedikasi Sejak Era Reformasi

Ngadiman, pria kelahiran Klaten tahun 1962, memulai usahanya berjualan kelapa muda di sebuah kios sederhana di kawasan Cijantung, Jakarta Timur, sejak era Reformasi pada tahun 1998. Lebih dari seperempat abad ia mendedikasikan diri, dengan satu tujuan utama yang tak tergoyahkan: memastikan pendidikan anak-anaknya menjadi prioritas utama.

“Pas saya mulai jualan itu, bisa nguliahkan anak saya tuh udah alhamdulillah. Niat saya jualan kelapa itu cuma buat minterke anak buat masa depan,” ungkap Pak Man penuh rasa syukur saat berbincang dengan TIMES Indonesia pada Selasa (13/10/2026).

Buah Manis Pengorbanan

Ketekunan dan pengorbanan Pak Man kini membuahkan hasil yang membanggakan. Putra sulungnya berhasil menyelesaikan studi di jurusan Ilmu Psikologi Universitas Indonesia, sementara putri keduanya sukses meraih gelar dari jurusan Akuntansi di kampus yang sama. Bagi Pak Man, memberikan pendidikan tinggi adalah warisan paling berharga bagi anak-anaknya.

“Pikirane orang tua itu biar anak besok punya ilmu. Kalau punya ilmu, harapannya cari pekerjaan jadi lebih gampang,” jelasnya, meyakini bahwa ilmu pengetahuan adalah modal utama untuk masa depan yang lebih baik dan daya saing di dunia kerja.

Keteguhan di Tengah Tantangan

Meski dinamika usaha kini tidak seramai dulu dan penghasilan harian kerap tidak menentu, semangat pantang menyerah Pak Man tidak pernah pudar. Di tengah persaingan ekonomi yang ketat, ia tetap menjalani profesinya dengan keikhlasan dan rasa syukur.

“Udahlah saya terima aja, yang penting berkahnya Yang Kuasa, diparingi sehat bagas waras, enggak ada halangan apa-apa,” ujarnya tulus.

Kisah Pak Man menjadi inspirasi nyata tentang kasih sayang dan keteguhan hati seorang ayah. Di balik kesederhanaan kios kelapa mudanya, terukir perjuangan luar biasa yang berhasil mematahkan keterbatasan demi melahirkan generasi penerus yang terpelajar dan berdaya saing.

Konten belum tersedia.

Artikel ini belum memiliki isi yang dapat dibaca.